Saturday, February 26, 2011

HUSH_SHUSH should win.

Just for fun, gw ngisi prediksi pemenang Oscar akan ke-24 kategori yang ada di MUBI.com.

Boong deng. Sebenernya "just for the winning-prize" gw ngisi prediksi Oscar di MUBI. 100.000 dollar cing, kalo bener 24-24 nya. Kalo ngga bener semua... ya masih ada hadiah hiburan. Kalo ga dapet hadiah hiburan juga, ya udah berarti bener "just for fun". Agyagyagyagya... xD

Well the quiz is like an exam of multiple choice. Sialnya banyak film yang belom gw tonton... Ibarat ulangan dan semalem gw ga belajar, jadi lah gw tembak aja semua. Brwakakak...

Eh ternyata sakti cuy... Pas gw liat hasilnya, ternyata tebak-tebakan gw cukup banyak yang merupakan mayoritas tebakan orang juga. Berdasarkan teori dan pengalaman, biasanya yang jawabannya paling banyak dipilih orang, itu yang bener. Wakakakak...

Anyway, doakan saya yaaa! Doakan saya yang menang! \(^o^)/

Wednesday, February 23, 2011

My Opinion towards --> The King's Speech

Gw mo menelaah secara cepat film yang belom lama ini gw tonton, The King's Speech. Spoiler alert, kalo lo belom nonton mending di skip aja postingan ini.

Overall, gw suka ama film ini. Lucu, memprihatinkan, dan sedikit menegangkan. Gw kasih 4 out of 5 stars. Nah, kenapa 4, kenapa ngga 5?

Here's why:

-Gw kecewa akan kurangnya porsi acting HBC, that is, Her Majesty Helena Bonham Carter. I expected more, tapi apa daya, menurut gw kurang kepake aja tuh dia. Porsinya dikit, dan sekalinya dia muncul di layar, perannya gitu doang. "Gitu doang" dalam artian kurang memberikan kesempatan untuk dia menonjolkan kemampuan aktingnya. I mean, "Sweets?", and other small appearances, really?

Tapi emang sih, ada bagian-bagian acting dia yang cukup impressive buat gw, apalagi pas sedih-sedihan. But, other than that? Come on... *But then again, it's not a story about her, the queen. Jadi harusnya gw telen aja...*

-Kemudian film ini sempet menyinggung soal kekidalan sang raja, tapi sayangnya ngga diceritain lebih lanjut soal pengalaman raja pas dipaksa belajar menggunakan tangan kanannya. Padahal cerita ini yang gw pribadi harapkan untuk lebih diekspos. Hehehe... *Dan mungkin ini juga alasan dia menjadi gagap.*

-Dan yang terakhir... munculnya tulisan-tulisan "post-script" penjelasan di ending film. Damn, ternyata baca tulisan kayak gitu kalo di bioskop malesin ye. Kurang nge-poll dan menurunkan flow menontonnya. Padahal ini kan udah ending, ngarepinnya sih klimaks gitu.

Pun kalo kekeuh mau pasang tulisan kayak gitu, dan mau mempertahankan klimaks filmnya, kalo kata gw sih bikin singkat aja. One defining line, such as "They remained friends for the rest of their lives", aaaand, capture, freeze, boom. Credit comes. Hiahahaha...

Cukup sampe situ komplen-komplen gw. Sekarang saatnya trivia dikit. Tau ngga lo kalo sebenernya, pemeran karakter King George VI itu seharusnya diperankan oleh Paul Bettany, si Silas dalam film The Da Vinci Code. Tau Silas kan? Kurus, pucet, dan emang agak cocok sih fisiknya sama THE REAL King George VI. Tapi berhubung Paul Bettany menolak, jadi lah yang meranin karakter itu malah Colin Firth.

Now, here's a thought. Kalo menurut gw, personally, kalo Paul Bettany yang meranin karakter sang raja, justru malah kurang dapet appeal nya. I mean, can you imagine, Paul Bettany as the King? Gw sih bukannya meragukan kemampuan akting dia, cuman lebih ke... appeal dan charm nya keseluruhan film tersebut jadi kurang.

Karena menurut gw, sosok Colin Firth itu endearing banget loh. Badan gedda, behhh... muka manis, senyam-senyum mulu, plus ditambah akting yang bagus sebagai raja yang memprihatinkan, in the end, film ini jatohnya jadi super charming. I'm saying, it's a good cast. A good cast makes a good film. Ga heran deh ni pelm ngeborong nominasi Oscar. After all, Colin Firth emang salah satu faktor terpenting dalam film ini kan?

Oke, sekian dari gw, 4 out of 5 untuk The King's Speech. And may Colin win!

Thursday, February 17, 2011

Tour de Riau 2011 - - Pekanbaru

Baiklah, cerita kali ini dimulai ketika gw memutuskan untuk menerima tawaran liburan dari emak.

Destinasi liburan: Pekanbaru.
Durasi liburan: Satu minggu.

Partner liburan: Pembantu.


Dengan mengemban suatu misi terselubung, liburan kemaren gw dan pembantu gw pergi ke Pekanbaru, tempat dimana sodara gw tinggal. Sampe di sana kita liburan selama beberapa hari, sebelom akhirnya berlanjut ke Pulau Bengkalis yang terletak di timur laut Provinsi Riau.

Nah, gw mo cerita dulu nih soal Kota Pekanbaru. Kali aja ada yang belom tau ya kaaan... Itung-itung bantu Kementerian Pariwisata lah untuk promosiin daerah. Byakakakak... Woy, mereka mau jadi tuan rumah PON 2012 lhooo...

Oke... Pekanbaru. Dua hal yang menarik mengenai kota ini adalah:
1) Makanannya
2) Bangunannya

Yang enak dulu nih. Makanan. Emak gw yang notabene udah pernah ke Pekanbaru sebelumnya, sering bilang kalo orang Pekanbaru itu doyan jajan.

WELL GUESS WHAAAT, ternyata gw menyaksikan sendiri bahwa emang di sana banyak banget orang jualan jajanan bertebaran di seluruh penjuru kota. Martabak, bakery, cake, ketoprak, kebab, burger... belom lagi jajanan snack asal Malaysia. Tumpah ruah di jalanan. *lebay*

Intinya, kalo Bandung adalah kota kuliner dengan skala variasi makanan 9/10, Pekanbaru juga bisa dibilang kota kuliner (jajan), dengan skala yang lebih rendah. Say, 7/10 lah. Pokoknya lo bisa liat secara sekilas bahwa di tempat ini lo bisa jajan sepuasnya kalo lo mau, karena ada banyak macemnya, walaupun bukan makanan asli daerah sini. But, whateverrr... right? Yang penting makan.

Nah, yang kedua dan ngga kalah menarik mengenai Pekanbaru adalah arsitektur bangunannya.

Maaan!!! Gw cukup terkagum-kagum pas tamasya keliling kota. Aristektur di sini tuh menarik, komposisinya campuran antara modern dan tradisional. Kebanyakan dari yang gw liat di jalanan utamanya adalah bangunan modern yang masih mempertahankan unsur estetika tradisionalnya.

You know, gedung gitu, atau bangunan bata gitu kayak umumnya di Jakarta, tapi seolah-olah mereka (pembangun) ngga mau meninggalkan identitas bangunan Sumatera yang macam pake ujung-ujung lancip dan ukiran-ukiran itu. Jadi fusion gitu deh hasilnya. Ce ileehh...

Anyway, selain kombinasi tradisional-modern, bangunan di sini juga ada yang tipe gokil: pure modern. Udah kayak yang high-tech aja di luar negeri.

Well, ladies and gentleman, I present you... some nice architectural photos of Pekanbaru:


Ini adalah gedung extension dari Kantor Gubernur Riau.




Ini kantor gubernurnya (yang beratap lancip), contoh
bangunan tradisional-modern yang gw sebut-sebut di atas.



Ini Gedung Perpustakaan Riau Soeman HS,
denger-denger perpus termegah di Indonesia.




Gedung perpustakaan dilihat dari kejauhan.
Bentuknya seperti buku yang terbuka.


Oh iya, di Pekanbaru ini banyak banget yang namanya mesjid. Besar-besar dan bagus-bagus bentuknya. Pokoknya... Keren dah! Amazing!




Kyeewwll... Obsesi pribadi: motret orang yang berdiri di atas atap.


Sekian dari gw mengenai Pekanbaru, up next: Bengkalis Island. There'll be lots of picture as well!