Wednesday, March 30, 2016

11 Best Quotes from Agassi's Autobio, Or: Why Everybody Should Read It Even When They Don't Know Jack about Tennis

1. Life will throw everything but the kitchen sink in your path, and then it will throw the kitchen sink. It’s your job to avoid the obstacles. If you let them stop you or distract you, you’re not doing your job, and failing to do your job will cause regrets that paralyze you more than a bad back.

2. For me, that’s the definition of being rich: it doesn’t cross your mind to mention it to your best friend. And money is such a given you don’t care how you come by it.

3. But what if I’m playing my best, and I care, and I want it, and I’m still not the best in the world?

4. He talks about the difficulty of all human journeys—and yet, he says, there is clarity and nobility in just being a journeyer.

5. And then one day you’re going to win a close one and the skies are going to part and you’re going to break through. You just need that one breakthrough, that one opening, and after that nothing will stop you from being the best in the world.

6. If you’re going down, OK, go down, but go down with guns blazing. Always, always, always, go down with both guns blaaazing. 


7. He says it sounds like a typical broken heart. Tiny rips that refuse to heal. The result of overuse. 

8. As the dawn slowly breaks we find that we’re on the banks of a vast fog-covered marsh, surrounded by dozens of different kinds of animals. We see hundreds of impala. We see at least seventy-five zebras. We see scores of giraffes as tall as two-story buildings, dancing around us and gliding among the trees, nibbling from the highest branches, a sound like celery being crunched. We feel the landscape speaking to us: All these animals, beginning their day in a dangerous world, exude tremendous calm and acceptance—why can’t you? 

9. Jaden, if you ever feel overwhelmed with something like I was tonight, just keep your head down and keep working and keep trying. Face it at its worst and realize it’s not so bad. That will be your chance for peace. 

10. I raise my arms and my racket falls on the clay. I’m sobbing. I’m rubbing my head. I’m terrified by how good this feels. Winning isn’t supposed to feel this good. Winning is never supposed to matter this much. But it does, it does, I can’t help it.
 

11. Somewhere up there is a star with your name on it. I might not be able to help you find it, but I’ve got pretty strong shoulders, and you can stand on my shoulders while you’re looking for that star. You hear? For as long as you want. Stand on my shoulders and reach, man. Reach.


This is by far the best tennis biography ever that puts every other tennis bio to shame.

Really, guys, if you like what you're reading, get the book, because what I'm showing here is just the tip of the iceberg. Although, a huge tip that's big enough to take down Titanic.


Note: If you're Agassi or Agassi's publisher or anyone with any sort of ownership of the book and don't like what I'm doing here, please tell me and I'll take this post down. I just think these are some great gems meant to be seen by as many people as possible.

Tuesday, March 8, 2016

Mungkin Doping Harus Dipisahkan: Legal dan Ilegal

Pada Minggu, 6 Maret, Maria Sharapova dan timnya mengumumkan bahwa ia akan mengadakan konferensi pers di hari Senin waktu Los Angeles. Hal tersebut dianggap cukup mendadak dan akan membawa berita besar. Komunitas tenis yang pertama mendengar soal ini berspekulasi bahwa Sharapova akan pensiun. Meski baru berusia 28 tahun, ia berulang kali mengalami cedera dan usia tenisnya terhitung tidak muda lagi.

Namun spekulasi itu terbungkam ketika terungkap bahwa Sharapova menggelar konferensi pers untuk menjelaskan dirinya gagal dalam tes anti-doping. Substansi berupa Meldonium terdeteksi di tubuhnya.

Sharapova menjelaskan bahwa Meldonium yang ada di tubuhnya masuk melalui obat yang ia konsumsi secara reguler sejak 10 tahun yang lalu, yaitu Mildronate. Hal itu ia konsumsi karena menurut penjelasannya, dokter keluarga merekomendasikan obat tersebut untuk mengatasi berbagai kondisi medis seperti detak jantung yang tidak beraturan, kekurangan magnesium, gejala diabetes dan faktor keturunan diabetes.

Dalam 10 tahun terakhir, semua berjalan baik-baik saja untuk Sharapova mengingat Meldonium bukanlah barang terlarang menurut otoritas anti-doping, WADA. Namun masalah mulai muncul ketika pada 1 Januari 2016 Meldonium dianggap sebagai substansi yang terlarang setelah WADA berkesimpulan banyak atlet memanfaatkannya untuk meningkatan performa.

Malang untuk Sharapova, ia dan timnya tidak sadar akan perubahan ini. Menurut pengakuannya, email yang dikirimkan oleh WADA tidak dibaca dengan seksama dan link yang menunjukkan daftar substansi terlarang terbaru tidak diklik. Maka di tahun 2016 Sharapova masih mengkonsumsi obat tersebut, dan pada tes anti-doping di Australia Terbuka Januari lalu, zat tersebut masih terdapat di tubuhnya.

Di mata masyarakat umum yang melihat sambil lalu, sepertinya kasus ini cukup sederhana: mega bintang Maria Sharapova melakukan doping. Bagi mereka yang menyimak kasus ini lebih seksama, sebagian mungkin akan menerima penjelasan Sharapova dan berkesimpulan bahwa ia membuat kekhilafan. Namun beberapa kalangan yang lebih kritis beranggapan bahwa Sharapova tidak sepolos itu. Keberatan terbesar yang mereka ungkapkan adalah Mildronate sebenarnya hadir untuk mengobati penyakit jantung. Informasi ini pun menimbulkan kejanggalan.

Jika Sharapova harus mengkonsumsi obat semacam Mildronate selama 10 tahun, dapat disimpulkan ia memiliki penyakit jantung yang cukup serius. Dan jika hal tersebut benar, seharusnya dari awal ia tidak menjadi atlet profesional yang bermain di kompetisi tenis tertinggi, mengingat resiko yang ada di depannya terlalu besar.

Lantas kesimpulan yang diambil oleh kalangan kritis ini adalah Sharapova mengkonsumsi Meldonium untuk mendapatkan keunggulan kompetitif (yang mana perlu ditekankan bahwa sebelum 1 Januari 2016 merupakan hal yang sah-sah saja), namun Sharapova membungkusnya dengan dalih untuk kepentingan kesehatan. Hal ini pun mengecewakan beberapa pihak.

Tetapi sebenarnya apa yang dapat Sharapova lakukan? Haruskah ia naik ke podium dan mengakui bahwa selama ini ia mengkonsumsi Meldonium untuk mendapatkan keunggulan kompetitif? "I took it because it improved my performance and it was legal... So, why not?"

Dapat dimengerti jika kemudian ia memutuskan untuk mengambil rute kesehatan. Maria Sharapova sebagai mega bintang bukan hanya harus memproteksi citra dirinya secara pribadi, namun juga citra sponsor yang melekat padanya. Bisa dibayangkan canggungnya Nike, Tag Heuer atau Porsche jika mendengar atlet yang mereka sponsori dengan bangga mengakui doping yang dilakukannya.

Berkaca pada situasi dilematis ini, mungkin seharusnya doping dibagi menjadi dua kategori: legal dan ilegal. Pihak otoritas anti-doping bertanggung jawab untuk merilis seluruh daftar substansi yang mereka anggap terlarang untuk atlet profesional. Jika sang atlet melanggar hal tersebut, ia dianggap melakukan doping ilegal. Namun di luar daftar tersebut, segala daya upaya untuk meningkatkan keunggulan masing-masing atlet bisa dianggap sebagai doping yang legal. Sebagai contoh, konsumsi Meldonium yang dilakukan Sharapova dan atlet lainnya sebelum 1 Januari 2016 bisa dianggap sebagai doping legal.

Jika doping legal dilumrahkan, hal ini akan mempermudah jalan semua pihak. Bagi atlet, mereka tidak harus bersembunyi dibalik berbagai macam alasan dan malu untuk mengakui doping legal yang mereka lakukan. Anggaplah hal tersebut sebagai strategi atau taktik untuk mencapai keunggulan. Bagi atlet lainnya, mereka punya hak untuk melakukan hal yang sama jika mereka menginginkannya. Dan bagi masyarakat penggemar olahraga, hal tersebut akan terlihat sebagai permainan yang seimbang. Dan pada akhirnya, jika masyarakat bisa menerima doping legal, apa alasan sponsor untuk tidak menerimanya juga?